Download Full Ebook Dibawah lindungan Ka'bah Prof.HAMKA
![]() |
| DOWNLOAD |
Penulis : Prof. Dr. Hamka
Terbit :1979
Bahasa : Indonesia
Sinopsis : Kisah percintaan dua insan memang selalu membawa perasaan yang mengharu biru. Salah satunya adalah kisah ketulusan cinta Hamid yang bersambut oleh kerinduan Zainab akan dirinya. Kisah ini dituliskan oleh Hamka dengan bahasa yang sangat mendalam dalam bukunya ini, Di Bawah Lindungan Ka’bah.
Hamid seorang yang meyedihkan hidupnya, sejak kecil menjadi yatim, hidup miskin dan serba kekurangan. Harus berhadapan dengan kenyataan yang menaungi hatinya, akan kebesaran cintanya yang terlarang dengan Zainab. Adatlah yang membuat cinta mereka terlarang. Karena Zaenab seorang anak kaya raya dan berbudi pekerti, keluarganya adalah sosok keluarga terpandang saat itu. Orang tuanya mendapatkan harta kekayaan, karena mereka dulunya seorang saudagar yang kaya raya. Dari kebaikan hati orang kaya itulah, Hamid dapat meluluskan cita-citanya menuntut ilmu. Padahal dia orang miskin, yang untuk makan saja sangat susah, tapi akhirnya bisa juga bersekolah.
Semua itu dilakukan keluarga Ja’far (orang kaya itu) karena melihat kebaikan budi pekerti Hamid dan rasa kasihan, juga agar ada teman anak perempuan mereka untuk bersekolah bersama. Zaenab anak perempuan itu, yang dianggap sebagai adik sendiri oleh Hamid. Sampai akhirnya mereka berpisah, karena Zaenab mulai dewasa, dan berdasarkan adat dia harus dipingit.
Tapi ternyata persaudaraan dan waktu berkata lain, kedekatan itu berbuah rasa cinta dan rindu yang mendalam. Tapi itu rindu terlarang, karena terbendung adat istiadat.
“Memang anak, … cinta itu adil sifatnya, Allah telah mentakdirkan dia dalam keadilan, tidak memperbedakan-bedakan diantara raja-raja dengan orang minta-minta, tiada menyisihkan orang kaya dengan orang miskin, orang hina dengan orang mulia, bahkan kadang-kadang tiada juga berbeda baginya antara bangsa dengan bangsa. Tetapi aturan pergaulan hidup, tidak membiarkan yang demikian itu berlaku. Orang sebagai kita ini telah dicap dengan derajat bawah atau orang kebanyakan, sedang mereka diberi nama cabang atas, cabang atas ada kalanya karena pangkat dan ada kalanya karena harta benda…”(hal.22), begitulah ungkapan ibunda Hamid atas perasaan cintanya kepada Zaenab, sampai akhirnya Hamid memutuskan untuk menjauhkan diri, khawatir cinta bertepuk sebelah tangan.
Hamid seorang yang meyedihkan hidupnya, sejak kecil menjadi yatim, hidup miskin dan serba kekurangan. Harus berhadapan dengan kenyataan yang menaungi hatinya, akan kebesaran cintanya yang terlarang dengan Zainab. Adatlah yang membuat cinta mereka terlarang. Karena Zaenab seorang anak kaya raya dan berbudi pekerti, keluarganya adalah sosok keluarga terpandang saat itu. Orang tuanya mendapatkan harta kekayaan, karena mereka dulunya seorang saudagar yang kaya raya. Dari kebaikan hati orang kaya itulah, Hamid dapat meluluskan cita-citanya menuntut ilmu. Padahal dia orang miskin, yang untuk makan saja sangat susah, tapi akhirnya bisa juga bersekolah.
Semua itu dilakukan keluarga Ja’far (orang kaya itu) karena melihat kebaikan budi pekerti Hamid dan rasa kasihan, juga agar ada teman anak perempuan mereka untuk bersekolah bersama. Zaenab anak perempuan itu, yang dianggap sebagai adik sendiri oleh Hamid. Sampai akhirnya mereka berpisah, karena Zaenab mulai dewasa, dan berdasarkan adat dia harus dipingit.
Tapi ternyata persaudaraan dan waktu berkata lain, kedekatan itu berbuah rasa cinta dan rindu yang mendalam. Tapi itu rindu terlarang, karena terbendung adat istiadat.
“Memang anak, … cinta itu adil sifatnya, Allah telah mentakdirkan dia dalam keadilan, tidak memperbedakan-bedakan diantara raja-raja dengan orang minta-minta, tiada menyisihkan orang kaya dengan orang miskin, orang hina dengan orang mulia, bahkan kadang-kadang tiada juga berbeda baginya antara bangsa dengan bangsa. Tetapi aturan pergaulan hidup, tidak membiarkan yang demikian itu berlaku. Orang sebagai kita ini telah dicap dengan derajat bawah atau orang kebanyakan, sedang mereka diberi nama cabang atas, cabang atas ada kalanya karena pangkat dan ada kalanya karena harta benda…”(hal.22), begitulah ungkapan ibunda Hamid atas perasaan cintanya kepada Zaenab, sampai akhirnya Hamid memutuskan untuk menjauhkan diri, khawatir cinta bertepuk sebelah tangan.
Unknown Download Gratis Novel Favorit Kamu Disini, Selamat Mendownload :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Posted by Unknown
16.58
0
![]() |
| DOWNLOAD |
Penulis : Prof. Dr. Hamka
Terbit :1979
Bahasa : Indonesia
Sinopsis : Kisah percintaan dua insan memang selalu membawa perasaan yang mengharu biru. Salah satunya adalah kisah ketulusan cinta Hamid yang bersambut oleh kerinduan Zainab akan dirinya. Kisah ini dituliskan oleh Hamka dengan bahasa yang sangat mendalam dalam bukunya ini, Di Bawah Lindungan Ka’bah.
Hamid seorang yang meyedihkan hidupnya, sejak kecil menjadi yatim, hidup miskin dan serba kekurangan. Harus berhadapan dengan kenyataan yang menaungi hatinya, akan kebesaran cintanya yang terlarang dengan Zainab. Adatlah yang membuat cinta mereka terlarang. Karena Zaenab seorang anak kaya raya dan berbudi pekerti, keluarganya adalah sosok keluarga terpandang saat itu. Orang tuanya mendapatkan harta kekayaan, karena mereka dulunya seorang saudagar yang kaya raya. Dari kebaikan hati orang kaya itulah, Hamid dapat meluluskan cita-citanya menuntut ilmu. Padahal dia orang miskin, yang untuk makan saja sangat susah, tapi akhirnya bisa juga bersekolah.
Semua itu dilakukan keluarga Ja’far (orang kaya itu) karena melihat kebaikan budi pekerti Hamid dan rasa kasihan, juga agar ada teman anak perempuan mereka untuk bersekolah bersama. Zaenab anak perempuan itu, yang dianggap sebagai adik sendiri oleh Hamid. Sampai akhirnya mereka berpisah, karena Zaenab mulai dewasa, dan berdasarkan adat dia harus dipingit.
Tapi ternyata persaudaraan dan waktu berkata lain, kedekatan itu berbuah rasa cinta dan rindu yang mendalam. Tapi itu rindu terlarang, karena terbendung adat istiadat.
“Memang anak, … cinta itu adil sifatnya, Allah telah mentakdirkan dia dalam keadilan, tidak memperbedakan-bedakan diantara raja-raja dengan orang minta-minta, tiada menyisihkan orang kaya dengan orang miskin, orang hina dengan orang mulia, bahkan kadang-kadang tiada juga berbeda baginya antara bangsa dengan bangsa. Tetapi aturan pergaulan hidup, tidak membiarkan yang demikian itu berlaku. Orang sebagai kita ini telah dicap dengan derajat bawah atau orang kebanyakan, sedang mereka diberi nama cabang atas, cabang atas ada kalanya karena pangkat dan ada kalanya karena harta benda…”(hal.22), begitulah ungkapan ibunda Hamid atas perasaan cintanya kepada Zaenab, sampai akhirnya Hamid memutuskan untuk menjauhkan diri, khawatir cinta bertepuk sebelah tangan.
Hamid seorang yang meyedihkan hidupnya, sejak kecil menjadi yatim, hidup miskin dan serba kekurangan. Harus berhadapan dengan kenyataan yang menaungi hatinya, akan kebesaran cintanya yang terlarang dengan Zainab. Adatlah yang membuat cinta mereka terlarang. Karena Zaenab seorang anak kaya raya dan berbudi pekerti, keluarganya adalah sosok keluarga terpandang saat itu. Orang tuanya mendapatkan harta kekayaan, karena mereka dulunya seorang saudagar yang kaya raya. Dari kebaikan hati orang kaya itulah, Hamid dapat meluluskan cita-citanya menuntut ilmu. Padahal dia orang miskin, yang untuk makan saja sangat susah, tapi akhirnya bisa juga bersekolah.
Semua itu dilakukan keluarga Ja’far (orang kaya itu) karena melihat kebaikan budi pekerti Hamid dan rasa kasihan, juga agar ada teman anak perempuan mereka untuk bersekolah bersama. Zaenab anak perempuan itu, yang dianggap sebagai adik sendiri oleh Hamid. Sampai akhirnya mereka berpisah, karena Zaenab mulai dewasa, dan berdasarkan adat dia harus dipingit.
Tapi ternyata persaudaraan dan waktu berkata lain, kedekatan itu berbuah rasa cinta dan rindu yang mendalam. Tapi itu rindu terlarang, karena terbendung adat istiadat.
“Memang anak, … cinta itu adil sifatnya, Allah telah mentakdirkan dia dalam keadilan, tidak memperbedakan-bedakan diantara raja-raja dengan orang minta-minta, tiada menyisihkan orang kaya dengan orang miskin, orang hina dengan orang mulia, bahkan kadang-kadang tiada juga berbeda baginya antara bangsa dengan bangsa. Tetapi aturan pergaulan hidup, tidak membiarkan yang demikian itu berlaku. Orang sebagai kita ini telah dicap dengan derajat bawah atau orang kebanyakan, sedang mereka diberi nama cabang atas, cabang atas ada kalanya karena pangkat dan ada kalanya karena harta benda…”(hal.22), begitulah ungkapan ibunda Hamid atas perasaan cintanya kepada Zaenab, sampai akhirnya Hamid memutuskan untuk menjauhkan diri, khawatir cinta bertepuk sebelah tangan.
Tagged with:
tokoh
Unknown
This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
-
[download] [download] [download] [download] [download] KarlMay.Abu El Naser ayah kemenangan {download] KarlMay...
-
Misteri Dara.djvu: (download) Cinta Sang Naga.djvu: (download) Sang Duda.djvu: (download) Ramona.djvu: (download) Meka...
-
Pesan Emas Gibran.exe [download] Ini Fakta.exe [download] Fenomena1.exe [download Fenomena Edisi 1.exe [download] Sirah nabawiyah [do...
-
Cinta-Mu seluas samudra Read (download) Read senja di selat sunda: (download) Tembang Kampung Halaman: (download)
-
Buku ini merupakan kelanjutan kisah Puteri Sultana, anak-anak perempuannya, dan perempuan-perempuan Arab lain yang mereka kenal secara ...
Popular Posts
Labels
About Me
About Us
Blog Archive
','8','carousel'
);

Tidak ada komentar:
Posting Komentar